| BP3MI Sulawesi Tenggara Lakukan Verifikasi Dokumen dan OPP Pekerja Migran Indonesia Program SSW Negara Tujuan Kerajaan Tonga |
Kendari, BP2MI (19/5/2024) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Sulawesi Tenggara (BP3MI Sultra) melakukan verifikasi dokumen dan Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP) untuk 3 Calon Pekerja Migran Indonesia program Specified Skiller Worker (SSW) asal Kab. Konawe, Rabu (15/5/2024)
Pengantar Kerja Ahli Pertama BP3MI Sultra, Suryaningsi, menjelaskan bahwa ketiga Calon Pekerja Migran Indonesia a/n Sadewa, Sugiono dan Rival, menuju penempatan Kerajaan Tonga di Pasifik.
“Ketiga Calon Pekerja Migran Indonesia tersebut telah melengkapi dokumen persyaratan seperti paspor, kontrak kerja maupun dokumen panggilan kerja,” ungkapnya.
Dibantu oleh 2 orang Analis Tenaga Kerja BP3MI Sultra, Ery Wahyuni dan Omi Jayanti, Suryaningsi lanjut memberikan keterangan bahwa, Ketiga Calon Pekerja Migran Indonesia ini merupakan warga Kec. Amonggedo, Kab. Konawe.
“Mereka pertama kali bekerja ke luar negeri. Sebelumnya mereka mendapatkan rekomendasi pembuatan paspor ke Keimigrasian dari Dinas Tenaga Kerja Kab. Konawe,” terangnya.
Suryaningsi menyatakan bahwa, Sadewa, Sugiono dan Rival akan bekerja di perusahaan South Pacific Grower sebagai agriculture worker untuk masa kontrak 3 tahun.
Salah satu Calon Pekerja Migran Indonesia, Sadewa, menyatakan dulu pernah bekerja di Konawe, tetapi gaji masih dianggapnya kurang.
“Sedangkan peluang kerja di luar negeri terbuka luas dengan gaji yang lebih banyak. Jelas saya ingin kerja ke luar negeri,” ucapnya.
Sugiono, salah satu Calon Pekerja Migran Indonesia mengungkapkan untuk negara di Pasifik belum mewajibkan sertifikat bahasa setempat. Pekerja Migran Indonesia cukup mempersiapkan diri dengan bahasa-bahasa yang umum digunakan di tempat bekerjanya. “Kami sudah belajar bahasa setempat melalui buku panduan. Supaya kami terbiasa saat kami beraktifitas di tempat kerja,” tutur Sugiono.
Rival, salah satu Calon Pekerja Migran Indonesia juga turut menambahkan jika sektor perkebunan merupakan aktivitas sehari-harinya di kampung. Sehingga kesempatan ini menurutnya patut diraih.
Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar mengungkapkan bahwa ada kecenderungan tren beberapa negara yang banyak menjadi tujuan, seperti Papua Nugini, Solomon, Fiji dan Tonga.
Lanjutnya menjelaskan, bahwa OPP Merupakan tahap lanjutan setelah seluruh verifikasi dokumen selesai. Dalam tahap OPP ini, La Ode memberikan beberapa petunjuk dan pembekalan kepada Calon Pekerja Migran Indonesia sebelum terbang ke luar negeri.
“Kami harap para Calon Pekerja Migran Indonesia dapat mengelola keuangan dengan baik. Sisihkan pendapatan untuk masa depan dan ingat keluarga di kampung. Ingat bahwa kebiasan kita berbeda dengan di sana, kalian harus bisa menyesuaikan diri. Kalian harus saling menjaga, terlebih lagi jika ada kendala kesehatan atau pada pekerjaan,” jelasnya.
La Ode Askar menutup dengan penjelasan dalam OPP, selain manajemen keuangan, aturan-aturan yang dimuat dalam aturan bekerja juga turut diberikan di dalamnya. (Humas BP3MI Sulawesi Tenggara)