![]() |
| BP3MI Sulawesi Tenggara Fasilitasi Pemulangan 5 (Lima) Calon Pekerja Migran asal Buton Tengah hasil Pencegahan di Batam |
Kendari, KemenP2MI (27/06/2025) BP3MI Sulawesi Tenggara kembali melakukan fasilitasi pemulangan 5 (Lima) Calon Pekerja Migran yang dideportasi dari Kota Batam, Kepri. Informasi deportasi disampaikan dari BP3MI Kepulauan Riau pada tanggal 25 Februari 2025 yang menyebutkan ada 5 (lima) warga Sulawesi Tenggara yang akan dideportasi dari Bandara Hang Nadim Kota Batam ke Bandara Halu Oleo Kota Kendari
Mereka adalah Arsan, La Zumani, La Ode Muh Izul, Faimi dan Jainudin. Kelimanya merupakan warga Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara
Setelah menerima informasi tersebut, BP3MI Sultra langsung berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kab. Buton Tengah untuk fasilitasi penjemputan di Pelabuhan Murhum Kota Bau Bau.
Petugas BP3MI Sultra kemudian melakukan penjemputan di Bandara HaluOleo Kendari sesuai jadwal kedatangan pada Hari Kamis, 26 Juni 2025. Kelimanya tiba pada Pukul.18.15 WITA dengan menumpang pesawat Lion Air.
Mereka adalah Arsan, La Zumani, La Ode Muh Izul, Faimi dan Jainudin. Kelimanya merupakan warga Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara
Setelah menerima informasi tersebut, BP3MI Sultra langsung berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kab. Buton Tengah untuk fasilitasi penjemputan di Pelabuhan Murhum Kota Bau Bau.
Petugas BP3MI Sultra kemudian melakukan penjemputan di Bandara HaluOleo Kendari sesuai jadwal kedatangan pada Hari Kamis, 26 Juni 2025. Kelimanya tiba pada Pukul.18.15 WITA dengan menumpang pesawat Lion Air.
![]() |
| Kelima PMI diinterview di HelpDesk BP3MI Sultra - Bandara Halu Oleo Kendari, Kamis, 26 Juni 2025 |
Saat diinterview oleh petugas BP3MI Sultra, Kelimanya mengaku dicegah oleh petugas BP3MI Kepulauan Riau saat hendak akan menyebrang ke Malaysia.
“Saya Sudah 4 kali ke Malaysia dan diajak oleh adikku. Dia sudah 10 tahun disana. Pertama Saya ke malaysia tahun 2006 pulang tahun 2014, lalu tahun 2016 pergi lagi dan pulang 2018 dan kali ini kami mau pergi lagi tapi dicegat di batam" Tutur Jainuddin saat di Helpdesk Bandara HaluOleo Kendari.
Dari pengakuan tersebut, Jainuddin sudah beberapa kali keluar masuk Malaysia untuk bekerja selama beberapa tahun disana dan untuk kali ini dia akhirnya terjaring pencegatan.
Rekannya yang lain pun menceritakan hal yang sama bahwa mereka juga sama dicegat saat akan melewati perbatasan “kami di diajak oleh keluarga disana. Katanya ada pekerjaan proyek. Kami dijanji gaji 120 ringgit perhari” ungkap Faimi
Petugas BP3MI Sultra Aswan menuturkan “ Kelimanya merupakan korban dari ajak teman dan keluarga di Malaysia, meskipun ada beberapa yang pernah kesana namun kali ini petugas di Batam berhasil mencegat karena dokumen tidak lengkap”
Mereka pun diberikan pengarahan dan bimbingan dari petugas BP3MI Sultra mengenai pentingnya kelengkapan dokumen sebagai pekerja migran dan bahaya pemberangkatan tidak resmi karena berpotensi terjebak dalam modus perdagangan orang.
Setelah mendalami pengakuan dari kelima Pekerja Migran tersebut, selanjutnya mereka di bawa ke Shelter Meohai Kemensos untuk menginap semalam dan selanjutnya keesokan paginya pada tanggal 27 Juni 2025, mereka diantar ke Pelabuhan Nusantara Kendari.
“Saya Sudah 4 kali ke Malaysia dan diajak oleh adikku. Dia sudah 10 tahun disana. Pertama Saya ke malaysia tahun 2006 pulang tahun 2014, lalu tahun 2016 pergi lagi dan pulang 2018 dan kali ini kami mau pergi lagi tapi dicegat di batam" Tutur Jainuddin saat di Helpdesk Bandara HaluOleo Kendari.
Dari pengakuan tersebut, Jainuddin sudah beberapa kali keluar masuk Malaysia untuk bekerja selama beberapa tahun disana dan untuk kali ini dia akhirnya terjaring pencegatan.
Rekannya yang lain pun menceritakan hal yang sama bahwa mereka juga sama dicegat saat akan melewati perbatasan “kami di diajak oleh keluarga disana. Katanya ada pekerjaan proyek. Kami dijanji gaji 120 ringgit perhari” ungkap Faimi
Petugas BP3MI Sultra Aswan menuturkan “ Kelimanya merupakan korban dari ajak teman dan keluarga di Malaysia, meskipun ada beberapa yang pernah kesana namun kali ini petugas di Batam berhasil mencegat karena dokumen tidak lengkap”
Mereka pun diberikan pengarahan dan bimbingan dari petugas BP3MI Sultra mengenai pentingnya kelengkapan dokumen sebagai pekerja migran dan bahaya pemberangkatan tidak resmi karena berpotensi terjebak dalam modus perdagangan orang.
Setelah mendalami pengakuan dari kelima Pekerja Migran tersebut, selanjutnya mereka di bawa ke Shelter Meohai Kemensos untuk menginap semalam dan selanjutnya keesokan paginya pada tanggal 27 Juni 2025, mereka diantar ke Pelabuhan Nusantara Kendari.
![]() |
| Kelima Pekerja Migran tiba di Pelabuhan Murhum Bau Bau - Jumad, 27 Juni 2025 |
Dengan menumpang Kapal Cantika Express, mereka bertolak menuju Kota Bau-Bau dan setibanya di Pelabuan Murhum Bau Bau, mereka langsung dijemput oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Buton Tengah untuk selanjutnya diserahkan ke keluarganya masing-masing.
Fasilitasi pemulangan ini dapat terlaksana dengan baik atas koordinasi dari BP3MI Kepulauan Riau, BP3MI Sulawesi Tenggara dan Dinas Tenaga Kerja Buton Tengah. (Humas BP3MI Sultra)
Fasilitasi pemulangan ini dapat terlaksana dengan baik atas koordinasi dari BP3MI Kepulauan Riau, BP3MI Sulawesi Tenggara dan Dinas Tenaga Kerja Buton Tengah. (Humas BP3MI Sultra)


