Melalui Pemberdayaan Pekerja Migran Purna Tahun 2025 di Kabupaten Wakatobi, BP3MI Sulawesi Tenggara Kembangkan Wirausaha Produktif

Pemberdayaan Pekerja Migran Purna Tahun 2025, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara

Wangi Wangi, KemenP2MI (10/08/2025), Sebagai bentuk perhatian kepada Pekerja Migran yang telah kembai ke tanah air dimana mereka akan memulai kehidupan baru, BP3MI Sultra menyelenggarakan pelatihan Pemberdayaan PMI Purna dan Keluarganya.
 
Kegiatan Pemberdayaan PMI purna ini dilaksanakan selama 4 hari ,dimulai pada tanggal 6 s.d 9 Agustus 2025 yang bertempat di Hotel Wisata Beach Resort di Kel. Mandati, Kec. Wangi-Wangi, Kab. Wakatobi, Sulawesi Tengara 
Seluruh Peserta Pemberdayaan PMI Purna Wakatobi Tahun 2025

Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Direktorat Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha Produktif KemenP2MI, BP3MI Sulawesi Tenggara dengan Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kab. Wakatobi.

Peserta kegiatan berjumlah 20 Orang dari Kec. Wangi-wangi dan Kec. Wangi-Wangi selatan yang terdiri dari PMI Purna serta beberapa keluarga PMI. Para peserta merupakan hasil perekrutan dari pihak Disnaker Wakatobi. Para peserta merupakan ex pekerja migrant dan keluarganya yang dibuktikan dengan kepemilikan passport .

Kegiatan Pemberdayaan ini dibuka langsung oleh Asiten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Bapak Darwis Rahim, ST, M.Si yang Mewakili Bupati Wakatobi. Turut hadir pula Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja, Haswan Rahim, ST dan Kepala Bidang Penempatan, Muh. Arif Prasmi, SH
Pembukaan Kegiatan Pemberdayaan PMI Purna Tahun 2025 - Hotel Wisata Beach Wakatobi
 
Moment Pembukaan dihadiri oleh Direktur Kewirausahaan dan Pengembagan Usaha Profuktif, Sukarman, S.Si, M.Sc, M.Ec melalui sambungan Zoom Meeting,

Dalam sambutannya, Sukarman menekankan kepada para peserta agar mengikuti kegiatan ini secara seksama karena materi-materi yang diberikan merupakan pengetahuan sebelum menjadi seorang wirausaha.

“Kegiatan ini merupakan prioritas nasional dan dipantau oleh kantor staf kepresidenan” Tegas Sukarman Beliau menekankan bahwa, Kemen P2MI memberikan perhatian kepada para pekerja migran purna dengan pengalamannya selama bekerja diluar negeri untuk dituntun menjadi seorang wirausaha mandiri di daerah asalnya. 
Materi Kebijakan Kementrian P2MI - Ka BP3MI Sultra La Ode Askar, S.Pd, M.Si

Kepala BP3MI Sultra memberikan apresiasi kepada pihak Pemda Wakatobi yang telah memfasiltasi kegiatan ini. Lebih lanjut La Ode menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan ini “ Pemberdayaan ini adalah bentuk perhatian BP2MI agar para pekerja migran purna dapat dibekali ilmu dan pengetahuan untuk kedepan bisa menjadi seorang wirausaha”.
“Kita harapkan para Ex PMI nantinya dapat menjadi wirausaha di daerahnya dan tidak berpikir lagi untuk kembali ke sana” Lanjut La Ode

Beberapa dari peserta sedang menjalankan usaha dalam skala kecil seperti pedagan kaki lima, nelayan, alktifitas jasa dan ada juga bergerak di bidang perbengkelan serta beberapa peserta ada yang baru berniat membuka usaha.

Ketua panitia kegiatan Muh. Dagri Nizar menerangkan secara teknis “ Kegiatan ini dilaksanakan 4 hari, dimulai pukul 8 pagi hingga pukul 4 sore. Beberapa materi akan disampaikan kepada peserta baik itu mengenai ruang lingkup BP3MI Sultra serta yang berkaitan secara teknis mengenai wirausaha” 
Materi Kredit Usaha Rakyat - Ka Bank Sultra, Syahrul Hidayat, M.E

“ Materi inti dari pemberdayaan ini adalah bagaimana peserta dapat memahami cara mengelola keuangan, Menabung serta Mengelola pinjaman. Materi ini diarahkan pada bagaimana para wirausaha baru yang akan terbentuk dapat mengatur dan mengelola keuangannya dengan baik dan teratur” Lanjut Dagri

“Untuk kegiatan tahun ini, seluruh peserta akan menginap di Lokasi kegiatan. Panitia sudah menyiapkan fasilitas penginapan, akomodasi, konsumsi” tutup Dagri

Pemateri kegiatan terdiri dari pihak Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja Kab. Wakatobi, BP3MI Sultra, Motivator serta Instruktur praktek home industri serta dari pihak Bank Sultra Wakatobi
Materi Praktek Pengelolaan Keuangan - BP3MI Sulawesi Tenggara

Adapun materi-materi yang diberikan pada kegiatan pemberdayaan ini yaitu 1). Kebijakan Kementerian Lembaga yang di bawakan oleh Kepala BP3MI Sultra La Ode Askar, S.Pd, M.Si 2). Materi Wirausaha yang dibawakan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Wakatobi, Haswan Rahim, ST , 3). Pengemasan Produk Pembinaan Pasca Pelatihan 4). Pengembangan Usaha dan Izin Usaha yang dibawakan oleh Muh. Syahwan Ode, M.Si, 5). Mengelola Keuangan, 6). Menabung, 7). Mengelola Pinjaman yang dibawakan oleh BP3MI Sultra 8). Kredit Usaha Rakyat yang dibawakan oleh Kepala Bank Sultra Wakatobi, Syahrul Hidayat, M.E, dan 9). Praktek Home Industri yang dibawakan oleh Ajihuddin, SE 

Salah satu materi yang sangat menarik antusias peserta adalah praktek menyusun buku kas dan menentukan BEP (Break Even Point). Materi ini di bawakan oleh instruktur dari BP3MI Sultra, Mardin dan Suryaningsi. Secara spesifik materi ini megarahkan untuk Penyusunan buku kas agar pengelolaan keuangan dapat tertata dengan teratur baik itu uang keluar dan uang masuk. Sementara untuk BEP ditujukan untuk penentuan harga jual suatu produk yang dihasilkan serta menentukan jumlah produksi yang harus terjual dalam kurun waktu tertentu. 
Materi Trading & Marketing - Konsultan Bisnis, Muh. Syahwan Ode, M,H

Masalah utama dalam mengelola usaha yaitu tidak adanya manajemen keuangan yang baik. Seringkali modal dan keuntungan usaha di campur baurkan dengan uang kebutuhan dapur dan urusan rumah tangga. Hal tersebut menjadikan keuntungan riil dari usaha tidak nampak dan bisnis berjalan lambat padahal aktifitas usaha dan pelanggan selalu ramai. 

Pada akhir pertemuan, para peserta melakukan praktek pengelasan dengan dipandu instuktur professional Ajihuddin, SE. Para peserta diarahkan untuk menghasilkan sebuah kreasi pada sebuah bengkel otomotif. Praktek kali ini, instruktur akan mengajari peserta menggunakan Teknik las untuk menghasilkan lemari etalase.
Materi Praktek Home Industri - Instruktur, Ajihuddin, SE

BP3MI Sultra sebelumnya sudah berkonsultasi dengan pihak Dinas mengenai produk yang akan dihasilkan pada materi praktek. Setelah melalui pertimbangan, dipilihkan pengelasan untuk dipraktekkan. Pemilihan jenis praktek ini didasari oleh karena seluruh peserta adalah laki-laki yang punya pengalaman kerja di bidang industri di malaysia 

Hasil dari Kegiatan pemberdayaan ini, terbentuklah 4 kelompok usaha yang masing-masing beranggotakan 5 orang. Setiap kelompok telah menyusun rencana aksi yang akan dilakuka pasca mengikuti kegiatan ini. 

Pada pelaksanaan praktek, dihasilkanlah 2 buah lemari etalase yang merupakan hasil kreasi dari seluruh peserta. Lemari tersebut berbahan dasar Holo 2x4 dan ACP (Aluminium Compsete Pund) 
Hasil Praktek Home Industri PMI Purna Wakatobi - 2 (dua) Lemari etalase

Dengan berbekal pengetahuan dari kegiatan pemberdayaan ini, setiap kelompok akan memulai merencanakan usaha dengan pendampingan dari Pihak Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kab. Wakatobi. 

Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar mengungkapkan “ Pihak BP3MI Sultra akan melakukan evaluasi dan monitoring kelompok-kelompok usaha yang telah terbentuk secara berkala dan tidak menutup kemungkinan akan menindaklanjuti dengan memberikan bantuan usaha di tahun-tahun mendatang” (Humas BP3MI Sultra)