BP3MI SULTRA Pulangkan 1 PMI Unprosedural Asal Kabupaten Konawe dari Arab Saudi

BP3MI SULTRA  Pulangkan 1 PMI Unprosedural Asal Kabupaten Konawe dari Arab Saudi

Kendari, KP2MI (21/11/2024) Pada awal Agustus 2024, BP3MI Sultra menerima aduan dari beberapa keluarga PMI asal Kab. Konawe, Sultra yang melaporkan tentang kondisi istrinya yang sudah sebulan berada di arab saudi. Mereka yang berjumlah 5 (lima) orang, diakui diberangkatkan secara ilegal oleh seorang oknum berinisial Ibu Elda.

Setelah mendapat laporan tersebut, BP3MI Sultra dan keluarga PMI terus berupaya meminta pertanggung jawaban dari Saudari “E”. Permintaan keluarga adalah memulangkan semua PMI karena kondisi mereka yang semakin tidak menentu di Arab Saudi.

Sejak masalah tersebut mencuat, pihak penyalur sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan dan investigasi dari aparat hukum. Secara berangsur angsur keempat PMI tersebut pulang secara bertahap. Pemulangan tersebut atas inisiasi dari keluarga, agen dan penyalur.

Terakhir, pada 16 November 2024, Satu PMI yang masih tertahan akhirnya  berhasil dipulangkan setelah melalui negosiasi panjang. Informasi pemulangan diterima beberapa hari sebelumnya melalui BP2MI Pusat yang menyebutkan ada PMI asal Sultra atas nama Hisnawati yang akan dipulangkan dari Arab Saudi.

Hisnawati dipulangkan setelah berhasil kabur dari rumah majikan setelah sebelumya ia sudah berusaha melarikan diri. Ia lari dari rumah majikan bersama seorang PMI asal Sultra lainnya yang sama-sama ingin pulang ke Indonesia.

Setelah menerima informasi jadwal pemulangan tersebut, Selanjutnya petugas BP3MI Sultra melakukan penjemputan di Bandara Halu Oleo, Kendari. Pada tanggal 16 November 2024, Pada Pukul 11.30 dengan menumpang pesawat Batik Air dari Jakarta.

Saat tiba di HelpDesk BP3MI Sultra di Bandara Halu Oleo, Hisnawati menceritakan perjuangannya untuk pulang ke Indonesia.

“Setelah kabur dari rumah majikan, saya teman langsung menuju ke kantor polisi. Kami ceritakan semua bahwa kami dipekerjakan tidak sesuai dan kami mau pulang ke Indonesia” Ungkap Hisnawati mengawali ceritanya.

Menurut hisnawati, setelah mengamankan diri ke kantor polisi, ia kemudian dipertemukan dengan agen penyalurnya untuk mengupayakan pemulangannya.

“Saya minta dipulangkan, kami ingin kembali ke Indonesia. Saya minta agen tanggung jawab” Lanjut Hisnawati.

Setelah melalui proses negosiasi atas kesepakatan dari PMI, agen penyalur serta pemberitahuan ke pihak BP2MI Pusat, maka kedua PMI tersebut dipulangkan ke Indonesia.

Senada dengan keempat rekannya yang telah dipulangkan lebih dulu, Hisnawati mengungkapkan awal mula ia diajak ke arab saudi

“Saya diajak oleh Ibu “E” untuk kerja di arab. Kita dijanjikan kerja di arab sebagai cleaning service. Data saya dikasih mudah dibawah 40 agar bisa kerja di arab. Saat di Jakarta, HP saya sudah diambil majikan dan saya tidak bisa telepon suami di kampung”  Lanjut Hisnawati

Ia melanjutkan saat berada di penampungan di arab “Hampir tiga bulan disana, kita belum juga kerja sama majikan, hanya disuruh-suruh membersihkan. Mana makan tidak teratur, ada yang sakit-sakit. Malah, adik saya suka muntah-muntah. Banyak yang menangis minta pulang”

Selanjutnya PMI Hisnawati diantar oleh petugas BP3MI Sultra ke kampung halamannya di Desa Uelawu, Kec. Konawe, Kab. Konawe, Sultra.

Hisnawati juga turut dijemput oleh suami dan beberapa sanak keluarga saat di Bandara Halu Oleo Kendari.

Penyidik BP3MI Sultra,  Aswan mengutarakan “ kami terus monitor perkembangan pemulangan PMI lainnya baik yang dari Arab Saudi dan Malaysia. Pihak penyalur ilegal akan terus ditelusuri keberadaannya agar kejadian serupa tidak berulang dan dapat diminimalisir.”

Setelah menggali keterangan dari PMI yang dideportasi, Pihak BP3MI Sultra kemudian berkoordinasi dengan Pihak Polda Sultra dan Polres Konawe untuk melakukan investigasi dan penelusuran ke lokasi tempat penyalur ilegal berdomisili, karena disinyalir aktifitas pengiriman PMI ke arab masih terus berlangsung. (Humas BP3MI Sulawesi Tenggara).