Adakan Pemberdayaan Purna PMI, BP3MI Sultra Bentuk Kelompok Wirausaha Baru

Adakan Pemberdayaan Purna PMI, BP3MI Sultra Bentuk Kelompok Wirausaha Baru

Muna Barat, BP2MI (27/9) - Sebagai bentuk perhatian kepada Pekerja Migran Indonesia yang telah kembali ke tanah air dan akan memulai kehidupan baru, BP3MI Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan pelatihan Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI)  dan keluarganya di Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini merupakan Tahap II yang berlangsung di Balai Desa Latugho, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara selama empat hari sejak Sabtu (7/9/2024) hingga Selasa (10/9/2024).

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Muna Barat, La Ode Sagala dan dihadiri oleh Kepala BP3MI Sulawesi Tenggara, La Ode Askar, dan Kepala Desa Latugho dan sejumlah pejabat di lingkup Dinas Transnaker Kabupaten Muna Barat.

Dalam sambutannya, La Ode Sagala mengungkapkan terima kasih kepada BP3MI Sultra dan berharap kegiatan seperti ini akan terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya. La Ode Sagala juga menekankan kepada peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan baik.

“Pelatihan ini akan memberi manfaat. Bapak/Ibu akan dibimbing untuk menjadi wirausaha baru,” jelas La Ode Sagala.

Koordinator kegiatan ini, Anita Soesilowati turut menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta yang terdiri dari Purna PMI dan keluarga PMI yang berasal dari Muna Barat. Beberapa peserta merupakan mantan PMI yang dideportasi dari Malaysia beberapa saat lalu.

“Jenis pelatihan kewirausahaan yang diberikan adalah Pembuatan Teh Kelor dengan pertimbangan melimpahnya ketersediaan tanaman kelor di daerah Muna Barat yang dapat dimanfaatkan menjadi olahan, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonominya,” papar Anita.

Adapun materi pelatihan yang disampaikan antara lain tentang kewirausahaan, pengemasan produk, izin usaha, pengembangan usaha, pengelolaan keuangan dan pengelolaan pinjaman, juga pentingnya menabung, dengan menghadirkan narasumber yang berasal dari Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Perindustrian/Perdagangan dan Bank Mandiri.

Instruktur dalam kegiatan pelatihan pembuatan teh kelor menghadirkan mitra lokal yang telah berpengalaman dalah hal pengolahan daun kelor. Motivator menghadirkan Kordinator Perwira PMI Wilayah Sulawesi Tenggara. Dalam kegiatan ini, Kepala BP3MI Sultra La Ode Askar juga menyerahkan kembali paspor tujuh orang PMI nonprosedural asal Muna Barat hasil pencegahan di Entikong, Kalimantan Barat.
“Kami serahkan kembali paspor dengan harapan mereka kembali menjalankan aktivitas di kampung halamannya. Dan jika berniat kembali ke luar negeri, berangkatlah dengan cara yang resmi,” jelas Askar.

Dalam proses awal menjalani usaha, para peserta pelatihan akan dipandu oleh pihak Dinas Tenaga Kerja Muna Barat dengan dipantau perkembangannya oleh BP3MI Sultra. ** (Humas/ BP3MI Sulawesi Tenggara)