Temui Bupati Konawe, Kepala BP3MI Sultra bahas Pelindungan Pekerja Migran

Temui Bupati Konawe, Kepala BP3MI Sultra bahas Pelindungan Pekerja Migran

Konawe, KP2MI, 29/03/2025, Dalam upaya memberikan pelindungan terhadap Pekerja Migran, pemerintah dan stake holder terkait terus mengedukasi masyarakat yang salah satunya adalah memahami tata cara bekerja yang resmi.

Kebutuhan untuk bekerja yang membuat masyarakat mengabaikan ketentuan dan aturan yang membuat permasalahan ketika mereka bekerja di luar negeri tanpa status yang jelas.

BP3MI Sulawesi Tenggara melakukan pertemuan dengan Bupati Konawe di sela sela acara Buka Piuasa bersama yang diselenggarakan oleh Pemda Konawe yang bertempat di Rumah jabatan Bupati Konawe pada hari Jumad, 28 Maret 2025.

Dalam pertemuan singkat tersebut Tim dari BP3MI Sultra didampingi Staf Khusus KemenP2MI memberikan gambaran mengenai banyaknya penyalur ilegal yang beroperasi di Kabupaten Konawe.

Setiap Tahunnya BP3MI Sultra banyak mendapat laporan mengenai warga Konawe yang menjadi korban oleh oknum dimana mereka mengalami masalah di negara tujuan baik itu kekerasan fisik, mental dan beban pekerjaan yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Atas penjelasan tersebut, Bupati Konawe, Yusran Akbar, merespon kondisi yang terjadi didaerahnya dengan akan berkoordinasi dengan stakeholder bidang ketenagakerjaan.

Pada awal pemerintahannya, Bupati Konawe akan menata banyak hal, salah satunya adalah berkaitan dengan tenaga kerja baik itu tenaga kerja di dalam negeri maupun yang bekerja ke luar negeri.

Yusran menyebutkan bahwa sejak lama ia mendengar aktivitas warga konawe yang bekerja ke luar negeri dan itu akan menjadi perhatian agar lebih tertata dengan baik


Seperti halnya yang sudah dilakukan BP3MI Sultra dengan beberapa daerah di Sulawesi Tenggara, Kepala BP3MI Sultra memberikan masukan kepada Bupati Konawe agar memprioritaskan kebijakan yang berakaitan dengan PMI.

“Di kabupaten Konawe harus mendapat perhatian, disinilah banyak beraksi para sindikat, terutama tujuan timur tengah”

Lebih lanjut La Ode melaporkan bahwa di Kabupaten Konawe setiap tahun selalu ada aduan mengenai pekerja migran yang sedang bermasalah di negara penempatan

“Tahun lalu ada lima warga konawe yang meminta pulang dari arab. Hampir 3 bulan kami proses hingga mereka bisa kembali, itupun melalui proses yang rumit. Sekarang ini ada 1 warga konawe masih tertahan di Oman. Prosesnya masih berjalan” Ujar La Ode

Staf Khusus KemenP2MI Kamaludin menambahkan bahwa KemenP2MI giat mempromosikan peluang kerja ke luar negeri

“banyak sektor sektor yang lebih bergengsi ditawarkan di luar negeri. Ada perawat, manufaktur, konstruksi. Ini bisa mengubah mindset publik bahwa ke luar negeri itu bukan hanya kerja jadi ART saja”

Hasil dari pertemuan singkat itu Bupati Konawe akan memberikan perhatian terdahap upaya perlindungan kepada warga yang akan menjadi pekerja migran dalam bentuk sosialisasi dan edukasi (Humas BP3MI Sultra)