BP3MI Sultra Perkuat Sinergitas Stakeholder, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Penempatan PMI

 



Kendari, KemenP2MI (9/1)- Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara menggelar Rapat koordinasi penguatan sinergi dengan stakeholder untuk meningkatkan Kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan angka penempatan CPMI asal Sulawesi Tenggara, pada hari Rabu 7 Januari 2026 di Ruang Rapat BP3MI Sulawesi Tenggara.
Rapat tersebut di hadiri Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kota Kendari, Pimpinan Klinik Rapha, Kepala LPK Kizuna Wawonii, Kepala LPK Asindon Nusantara Pratama, Kepala LPK PT. Ki Ki Sultra sinergi, kepala cabang PT. Tri Tunggal Nuansa Primatama, Kepala Cabang PT. Lia Center utama, kepala cabang PT. Khalifah fierdaus Aulia, dan kepala cabang PT.Arwana Citra Lestari serta tim teknis BP3MI Sulawesi Tenggara.
Kepala BP3MI Sulawesi Tenggara, La Ode Askar, membuka rapat menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci utama untuk menciptakan ekosistem penempatan yang aman dan berkualitas.
 “Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sinergitas antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan perusahaan penempatan harus diperkuat untuk memastikan bahwa putra-putri daerah kita tidak hanya berangkat secara prosedural, tetapi juga memiliki daya saing tinggi”ujar 
Kepala UPTD Balai pelatihan Kerja Dinas transmigrasi dan Provinsi Sulawesi Tenggara, La Bia, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung standarisasi keahlian para calon pekerja migran, pelatihan utama perlindungan PMI di luar negeri.
"Kami di BLK berkomitmen untuk terus menyinkronkan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja internasional, dengan sertifikasi yang kompeten, tenaga kerja kita memiliki 'posisi tawar' yang lebih kuat dan terlindungi karena keahlian yang mereka miliki diakui secara global," ujar La Bia.
Askar juga menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan kompetensi CPMI sesuai dengan permintaan pasar kerja global.
‘’Target kita bukan sekadar angka, tapi kualitas. Dengan penguatan pelatihan melalui LPK dan pengawasan ketat dari Dinas Tenaga Kerja, kita ingin PMI asal Sultra menjadi primadona di luar negeri karena keahliannya. Rakor ini adalah momentum kita untuk menyatukan visi dalam mempermudah layanan dan memberikan perlindungan maksimal bagi pekerja kita’’ujarnya.
Rapat ini juga membahas penyederhanaan birokrasi dan sinkronisasi data agar angka penempatan di wilayah kerja Sulawesi Tenggara dapat meningkat secara signifikan pada tahun ini.
Melalui langkah strategis ini, BP3MI Sultra optimis dapat menekan angka pemberangkatan non-prosedural dan menggantinya dengan penempatan yang terstruktur, kompeten, dan terlindungi secara hukum. Tutup askar**(Humas/BP3MISulawesiTenggara)