Kendari, KemenP2MI (27/1)- Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus bergerak aktif memperluas jangkauan literasi migrasi aman, Langkah terbaru dilakukan melalui koordinasi strategis dengan Universitas Halu Oleo (UHO) membahas rencana pembentukan Migran Center, di Kantor Rektorat Universitas Halu Oleo Kendari, senin(26/1/2026)
Plt. Rektor Universitas Halu Oleo, Herman, menyambut baik dan dukungan penuh rencana pembentukan Migran Center
"Banyak lulusan kami yang memilikipotensi besar untuk berkarier di kancah global, hadirnya Migran Center di kampus bukan hanya sekedar pusat informasi namun juga sebagai jembatan bagi alumni UHO untuk meraih peluang kerja internasional dengan jaminan pelindungan negara yang maksimal.”
Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar, menegaskan bahwa kolaborasi dengan dunia pendidikan sangat krusial Pasalnya, banyak calon pekerja migran yang terjebak iming-iming calo karena kurangnya akses informasi yang valid
"Dengan adanya Migran Center di UHO kita mendekatkan pelayanan dan edukasi kepada Masyarakat, Kita ingin setiap warga Sultra yang ingin bekerja ke luar negeri berangkat dengan skema yang jelas, aman, dan terlindungi sejak dari kampung halaman," ujarnya
kerja sama ini diawali dengan penyusunan Nota Kesepahaman MoU antara Universitas Halu Oleo (UHO) dan KP2MI, Kesepakatan tersebut nantinya akan diturunkan ke dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih teknis, dan Salah satu poin krusial dalam PKS pembentukan Migran Center serta program strategis pada pelindungan dan pengembangan Pekerja Migran Indonesia. *(Humas/BP3MI Sulawesi Tenggara)
Plt. Rektor Universitas Halu Oleo, Herman, menyambut baik dan dukungan penuh rencana pembentukan Migran Center
"Banyak lulusan kami yang memilikipotensi besar untuk berkarier di kancah global, hadirnya Migran Center di kampus bukan hanya sekedar pusat informasi namun juga sebagai jembatan bagi alumni UHO untuk meraih peluang kerja internasional dengan jaminan pelindungan negara yang maksimal.”
Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar, menegaskan bahwa kolaborasi dengan dunia pendidikan sangat krusial Pasalnya, banyak calon pekerja migran yang terjebak iming-iming calo karena kurangnya akses informasi yang valid
"Dengan adanya Migran Center di UHO kita mendekatkan pelayanan dan edukasi kepada Masyarakat, Kita ingin setiap warga Sultra yang ingin bekerja ke luar negeri berangkat dengan skema yang jelas, aman, dan terlindungi sejak dari kampung halaman," ujarnya
kerja sama ini diawali dengan penyusunan Nota Kesepahaman MoU antara Universitas Halu Oleo (UHO) dan KP2MI, Kesepakatan tersebut nantinya akan diturunkan ke dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih teknis, dan Salah satu poin krusial dalam PKS pembentukan Migran Center serta program strategis pada pelindungan dan pengembangan Pekerja Migran Indonesia. *(Humas/BP3MI Sulawesi Tenggara)
