![]() |
| BP3MI Sulawesi Tenggara Fasilitasi Pemulangan 1 (Satu) Jenazah Pekerja Migran Asal Wakatobi yang meninggal di Sabah, Malaysia |
Kendari, KemenP2MI, 18/07/2025, BP3MI Sultra melakukan fasilitasi pemulangan 1 (Satu) Pekerja Migran asal Wakatobi yang meninggal di Sabah, Malaysia. Informasi pemulangan tersebut diterima dari staf KJRI Sabah melalui dokumen pada tanggal 16 Juli 2025, yang menyebutkan bawah ada seorang pekerja migran asal Sulawesi Tenggara yang meninggal dan sedang dalam proses pengiriman ke Indonesia.
Diketahui pekerja migran tersebut atas nama Muh. Rudianto yang merupakan warga Kec. Wangi-wangi, Kab. Wakatobi.
Berdasarkan dokumen yang diterima, Alm. Muh. Rudianto merupakan awak kapal ikan di sebuah perusahaan di Sabah, Malaysia. Berdasarkan hasil keterangan dan hasil autopsi diketahui yang bersangkutan meninggal karena terkena aliran listrik saat sedang bekerja.
Setelah menerima berita tersebut BP3MI Sulawesi Tenggara segera melakukan komunikasi dengan pihak keluarga, dalam hal ini saudara Almarhum, Ibu Melli. Komunikasi ini dilakukan guna mengatur persiapan untuk penjemputan dan pengantaran hingga di kampung halaman di Kec. Wangi Wangi, Kab. Wakatobi.
BP3MI Sultra juga langsung berkoordinasi dengan pihak Dinas Tenaga Kerja Kab. Wakatobi untuk menfasilitasi proses penjemputan dan persiapan pemakaman di Kampung Halaman.
Berdasarkan dokumen yang diterima, Alm. Muh Rudianto telah meninggal dunia pada tanggal 14 Juni 2025. Setelah melewati serangkaian prosesi oleh otoritas di Malaysia, Jenazah kemudian dipersiapkan untuk diberangkatkan ke Indonesia. Peti Jenazah dikirim pada tanggal 16 Juni 2025 melalui jalur Sabah – Kuala Lumpur – Jakarta dan tiba Bandara Halu Oleo Kendari pada Hari Jumad, 18 Juni 2025 pada pukul 08.25 WITA.
Pihak keluarga turut serta dalam penjemputan jenazah di Terminal Kargo Halu Oleo. Menurut Melli saat dihubungi petugas BP3MI Sultra melalui telepon, ia mengaku dihubungi oleh pihak perusahaan tempat adiknya bekerja yang memberitahukan adiknya telah meninggal karena kecelakaan kerja.
“ saat saya terima kabar itu, kami keluarga langsung persiapkan penjemputan, ada juga bantuan kendaraan jenazah dari anggota DPRD Wakatobi yang akan antar sampai ke rumah duka” Tutur Melli
Petugas BP3MI Sultra Aswan menyebutkan bahwa “kami telah berkoordinasi dengan keluarga dan pihak Disnaker Wakatobi untuk proses pengantaran dan penjemputan almarhum”
Setelah tiba di Bandara Haluoleo, Jenazah langsung diantar oleh ambulance melalui jalur darat yang diperkirakan memakan waktu tempuh 9 Jam perjalanan. (Humas BP3MI Sultra)
Diketahui pekerja migran tersebut atas nama Muh. Rudianto yang merupakan warga Kec. Wangi-wangi, Kab. Wakatobi.
Berdasarkan dokumen yang diterima, Alm. Muh. Rudianto merupakan awak kapal ikan di sebuah perusahaan di Sabah, Malaysia. Berdasarkan hasil keterangan dan hasil autopsi diketahui yang bersangkutan meninggal karena terkena aliran listrik saat sedang bekerja.
Setelah menerima berita tersebut BP3MI Sulawesi Tenggara segera melakukan komunikasi dengan pihak keluarga, dalam hal ini saudara Almarhum, Ibu Melli. Komunikasi ini dilakukan guna mengatur persiapan untuk penjemputan dan pengantaran hingga di kampung halaman di Kec. Wangi Wangi, Kab. Wakatobi.
BP3MI Sultra juga langsung berkoordinasi dengan pihak Dinas Tenaga Kerja Kab. Wakatobi untuk menfasilitasi proses penjemputan dan persiapan pemakaman di Kampung Halaman.
Berdasarkan dokumen yang diterima, Alm. Muh Rudianto telah meninggal dunia pada tanggal 14 Juni 2025. Setelah melewati serangkaian prosesi oleh otoritas di Malaysia, Jenazah kemudian dipersiapkan untuk diberangkatkan ke Indonesia. Peti Jenazah dikirim pada tanggal 16 Juni 2025 melalui jalur Sabah – Kuala Lumpur – Jakarta dan tiba Bandara Halu Oleo Kendari pada Hari Jumad, 18 Juni 2025 pada pukul 08.25 WITA.
Pihak keluarga turut serta dalam penjemputan jenazah di Terminal Kargo Halu Oleo. Menurut Melli saat dihubungi petugas BP3MI Sultra melalui telepon, ia mengaku dihubungi oleh pihak perusahaan tempat adiknya bekerja yang memberitahukan adiknya telah meninggal karena kecelakaan kerja.
“ saat saya terima kabar itu, kami keluarga langsung persiapkan penjemputan, ada juga bantuan kendaraan jenazah dari anggota DPRD Wakatobi yang akan antar sampai ke rumah duka” Tutur Melli
Petugas BP3MI Sultra Aswan menyebutkan bahwa “kami telah berkoordinasi dengan keluarga dan pihak Disnaker Wakatobi untuk proses pengantaran dan penjemputan almarhum”
Setelah tiba di Bandara Haluoleo, Jenazah langsung diantar oleh ambulance melalui jalur darat yang diperkirakan memakan waktu tempuh 9 Jam perjalanan. (Humas BP3MI Sultra)
