BP3MI Sulawesi Tenggara Perkuat Kolaborasi dengan Kantor Imigrasi Kelas III Wakatobi

BP3MI Sulawesi Tenggara Perkuat Kolaborasi dengan Imigrasi Wakatobi

Wakatobi, KemenP2MI (24/7/2025) Sejak dahulu hingga kini warga wakatobi dikenal sering melakukan perjalanan ke luar negeri untuk bekerja. Sudah menjadi kebiasaan warga Wakatobi melintasi batas negara tanpa berbekal dokumen apapun. Fakta tersebutlah yang menimbulkan masalah di negara tujuan hingga akhirnya sebagian besar dari mereka dideportasi. 

Dalam rangka memperkuat koordinasi, BP3MI Sultra kembali bertandang ke Kantor Imigrasi Kelas III Wakatobi. Kunjungan ini dalam rangka koordinasi dan tukar pikiran mengenai pelindungan pekerja migran dalam hal kelengkapan dokumen. Ini merupakan kunjungan rutin BP3MI Sultra ke instansi mitra kerja di Sulawesi Tenggara

Kunjungan ini diterima oleh Kasi Verifikasi Dokumen, Sandy, yang baru beberapa minggu ditempatkan dimana sebelumnya beliau bertugas Kantor Imigrasi Nunukan. 
 
Sebagai pejabat yang baru, Sandy banyak bertukar pikiran dengan BP3MI Sultra mengenai pekerja migran khususnya yang terkait dengan pengurusan dokumen Passport.
 
Wilayah Kab. Wakatobi yang terdiri dari beberapa pulau merupakan salah satu tantangan dalam mengoptimalkan pelayanan 
 
"kami perlu mobilisasi yang tinggi untuk mensosialisasikan kepada masyarakat di semua pulau tentang pentingnya kelengkapan dokumen sebelum berangkat ke luar negeri khususnya Calon Pekerja Migran" Ungkap Sandy

Berdasarkan banyak informasi, mobilisasi warga wakatobi ke luar negeri cukup intens, masyarakat perlahan paham betapa pentingnya dokumen perjalanan.
 
"beberapa lapisan masyarakat masih menganut paham lama, yakni berangkat cepat melalui calo dengan melintasi “jalur-jalur tikus” untuk tiba di Malaysia” Lanjut Sandy
 
Hal tersebut sangat beresiko karena akan mendapatkan masalah suatu saat jika terjadi razia oleh polisi Malaysia. Sudah puluhan warga sultra khususnya wakatobi yang ditangkap dan dideportasi. Tentunya hal tersebut tidak diinginkan kembal terjadi.  
 
Sandy menuturkan pengalamannya sewaktu bertugas di Nunukan, "Disana pintu masuk ke Malaysia, banyak sekali warga kita yang masuk malaysia setiap hari" 

Petugas BP3MI Sultra, Dagri, mengungkapkan bahwa "Sudah banyak Pekerja Migran asal wakatobi yang dideportasi dan berdasarkan data warga wakatobi lah yang paling banyak dipulangkan setiap tahun".

Untuk itu perlu adanya komunikasi yang baik antara BP3MI Sultra, Imigrasi Wakatobi dan Pemda setempat untuk meminimalisir masalah-masalah yang akan terjadi di negara tujuan. 

Beberapa point penting dihasilkan dalam pertemuan ini, Pihak Kantor Imigrasi Wakatobi akan lebih selektif lagi dalam proses verifikasi dokumen warga yang akan membuat passport dengan tujuan bekerja. berdasarkan masukan dari BP3MI Sultra, hanya yang telah memiliki kontrak kerja yang dipertimbangkan untuk diberikan passport unutk tujuan bekerja.
 
Cara tersebut untuk meminimalisir resiko-resiko yang akan terjadi di negara tujuan, mengingat permasalahan utama warga wakatobi yang dideportasi karena tidak lengkapnya dokumen yang berkaitan dengan status pekerja migran. 

Lebih lanjut Sandy menyampaikan “Kantor Imigrasi Wakatobi sangat mengharapkan terciptanya hubungan baik dengan pihak BP3MI Sultra agar kedepan tidak ada lagi kendala dan benturan regulasi. Dan yang kita inginkan agar masyarakat wakatobi dapat berangkat dengan aman dan bekerja dengan nyaman di negara tujuan” (Humas BP3MI Sultra)