![]() |
| BP3MI Sulawesi Tenggara Deportasi 5 PMI Asal Wakatobi dan Muna, Hasil Pencegatan di Perbatasan Malaysia |
Bau-Bau, KP2MI (17/05/2025) BP3MI Sultra kembali melakukan fasilitasi pemulangan 5 PMI yang dideportasi dari Malaysia. Informasi deportasi disampaikan melalui surat dari BP3MI Sulawesi Selatan tanggal 16 Mei 2025, Nomor B.1076/BP3MI21/PB.05.03/V/2025, Perihal Permohonan Bantuan Biaya dan Fasilitasi Pemulangan 5 (lima) Orang PMI.
Kelima PMI tersebut dideportasi dari Malaysia Bersama puluhan orang lainnya. Kelimanya merupakan hasil pencegahan diperbatasan Malaysia dimana mereka tidak dapat menunjukkan dokumen sebagai pekerja migran. Setelah menjalani serangkaian proses, akhirnya BP3MI Kalimantan Utara memulangkan mereka dengan melalui jalur laut dari Nunukan ke Parepare - Kota Makassar dan tujuan akhir Pelabuhan Murhum, Kota Bau Bau, Sultra
Setelah mendapatkan informasi tersebut, BP3MI Sultra melakukan penjemputan langsung di Pelabuhan Murhum, Bau-Bau. Kelimanya tiba sekitar Pukul 08.00 WITA, pada hari Sabtu, 17 Mei 2025 dengan menumpang kapal Pelni KM. Dorolonda
Sebelunya Pihak BP3MI Sultra sudah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kab Wakatobi dan Kab. Muna. Koordinasi dilakukan guna membantu BP3MI Sultra dalam pengantaran ke Alamat masing-masing
Kelima PMI tersebut andalah 1) La Ane (L/60), Alamat Desa Tampara, Kec. Kaledupa, Kab. Wakatobi, Sultra, 2) Alfandi (L/21), Alamat Desa Balasula, Kec. Kaledupa, Kab. Wakatobi, Sultra. 3) Hasdar (L/23) Alamat Desa Tampara, Kec. Kaledupa, Kab. Wakatobi, Sultra, 4) Samrin (L/18) Alamat Desa Tanjung Kec. Tongkuno, Kab. Muna, Sultra dan 5) Randi Saban Ramadan (L/26) Alamat Desa Gone Balano, Kec. Duruka Kab. Muna, Sultra.
Kelima PMI tersebut dideportasi dari Malaysia Bersama puluhan orang lainnya. Kelimanya merupakan hasil pencegahan diperbatasan Malaysia dimana mereka tidak dapat menunjukkan dokumen sebagai pekerja migran. Setelah menjalani serangkaian proses, akhirnya BP3MI Kalimantan Utara memulangkan mereka dengan melalui jalur laut dari Nunukan ke Parepare - Kota Makassar dan tujuan akhir Pelabuhan Murhum, Kota Bau Bau, Sultra
Setelah mendapatkan informasi tersebut, BP3MI Sultra melakukan penjemputan langsung di Pelabuhan Murhum, Bau-Bau. Kelimanya tiba sekitar Pukul 08.00 WITA, pada hari Sabtu, 17 Mei 2025 dengan menumpang kapal Pelni KM. Dorolonda
Sebelunya Pihak BP3MI Sultra sudah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kab Wakatobi dan Kab. Muna. Koordinasi dilakukan guna membantu BP3MI Sultra dalam pengantaran ke Alamat masing-masing
Kelima PMI tersebut andalah 1) La Ane (L/60), Alamat Desa Tampara, Kec. Kaledupa, Kab. Wakatobi, Sultra, 2) Alfandi (L/21), Alamat Desa Balasula, Kec. Kaledupa, Kab. Wakatobi, Sultra. 3) Hasdar (L/23) Alamat Desa Tampara, Kec. Kaledupa, Kab. Wakatobi, Sultra, 4) Samrin (L/18) Alamat Desa Tanjung Kec. Tongkuno, Kab. Muna, Sultra dan 5) Randi Saban Ramadan (L/26) Alamat Desa Gone Balano, Kec. Duruka Kab. Muna, Sultra.
![]() |
| Petugas BP3MI Sultra memberikan pengarahan kepada PMI deportasi___Pelabuhan BauBau,17/05/2025 |
Setelah tiba di Pelabuhan Murhum, Bau-Bau, Tim BP3MI Sultra melakukan pendalaman mengenai kronologi keberangkatan hingga akhirnya mereka dideportasi. Kelimanya senada meberikan keterangan bahwa mereka dicegat saat akan melewati perbatasan Malaysia
Sebelumnya BP3MI Sulawesi Tenggara telah berkoordinasi juga dengan KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) Kelas II Bau-Bau untuk dibantu terkait penjemputan PMI deportasi, dan dari koordinasi tersebut diteruskan ke pihak PELNI agar menahan PMI deportasi untuk tidak keluar dari pintu kapal sebelum dijemput oleh petugas. Atas koordinasi tersebut, pihak BP3MI Sultra tidak menemui kesulitan saat mengidentifikasi kelima PMI sesaat mereka tiba di Pelabuhan Murhum, Bau-Bau
Atas koordinasi yang dilakukan sebelumnya, PMI asal Wakatobi dititip di Mess Wakatobi di Kota Bau Bau sebelum di berangkatkan ke Pulau WangI-Wangi keesokan harinya
PMI asal Kab. Muna langsung didampingi oleh pihak BP3MI Sultra hingga ke Pelabuhan Muna di Kota Raha dengan menumpang KM Cantika Express.
Petugas BP3MI Sultra, Mardin mengungkapkan bahwa “Kami sangat berterima kasih kepada pihak KSOP Bau-Bau yang memfasilitasi saat penjemputan serta Pemda Wakatobi yang menyediakan Mess untuk menginap”
Lebih lanjut Mardin menambahkan “proses pemulangan ini berkat Kerjasama dari BP3MI Kaltara, P4MI Parepare dan BP3MI Sulawesi Selatan. Kelimanya dan puluhan lainnya harus dipulangkan karena tidak memiliki dokumen untuk bekerja” Kejadian seperti ini merupakan fenomena yang sering dialami PMI. Hampir setiap minggu selalu ada deportasi PMI dari Malaysia. Kurangnya pemahaman dan minimnya pengetahuan serta ketidaktahuan atas aturan yang membuat mereka mudah dipermainkan oleh calo yang membujuk untuk berangkat ke luar negeri tanpa dokumen yang lengkap (Humas BP3MI Sultra)
Sebelumnya BP3MI Sulawesi Tenggara telah berkoordinasi juga dengan KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) Kelas II Bau-Bau untuk dibantu terkait penjemputan PMI deportasi, dan dari koordinasi tersebut diteruskan ke pihak PELNI agar menahan PMI deportasi untuk tidak keluar dari pintu kapal sebelum dijemput oleh petugas. Atas koordinasi tersebut, pihak BP3MI Sultra tidak menemui kesulitan saat mengidentifikasi kelima PMI sesaat mereka tiba di Pelabuhan Murhum, Bau-Bau
Atas koordinasi yang dilakukan sebelumnya, PMI asal Wakatobi dititip di Mess Wakatobi di Kota Bau Bau sebelum di berangkatkan ke Pulau WangI-Wangi keesokan harinya
PMI asal Kab. Muna langsung didampingi oleh pihak BP3MI Sultra hingga ke Pelabuhan Muna di Kota Raha dengan menumpang KM Cantika Express.
Petugas BP3MI Sultra, Mardin mengungkapkan bahwa “Kami sangat berterima kasih kepada pihak KSOP Bau-Bau yang memfasilitasi saat penjemputan serta Pemda Wakatobi yang menyediakan Mess untuk menginap”
Lebih lanjut Mardin menambahkan “proses pemulangan ini berkat Kerjasama dari BP3MI Kaltara, P4MI Parepare dan BP3MI Sulawesi Selatan. Kelimanya dan puluhan lainnya harus dipulangkan karena tidak memiliki dokumen untuk bekerja” Kejadian seperti ini merupakan fenomena yang sering dialami PMI. Hampir setiap minggu selalu ada deportasi PMI dari Malaysia. Kurangnya pemahaman dan minimnya pengetahuan serta ketidaktahuan atas aturan yang membuat mereka mudah dipermainkan oleh calo yang membujuk untuk berangkat ke luar negeri tanpa dokumen yang lengkap (Humas BP3MI Sultra)

